Prof. Suwadi Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Tawarkan Model Evaluasi Profesionalisme Guru Berbasis TPACK

Sleman -8 Apri 2026 - Prof. Dr. Suwadi, S.Ag., M.Ag., M.Pd. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu Evaluasi Pendidikan dengan gagasan model evaluasi profesionalisme guru berbasisTechnological Pedagogical And Content Knowledge(TPACK), sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran dan menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Suwadi menegaskan bahwa kualitas guru merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu dalam sistem pendidikan. Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari rendahnya capaian pembelajaran, kesenjangan kompetensi, hingga belum terintegrasinya sistem evaluasi profesionalisme guru secara komprehensif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa model evaluasi berbasis TPACK yang dikembangkan dari hasil riset terhadap alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG) di lingkungan Kementerian Agama. Model ini dirancang untuk mengukur profesionalisme guru secara utuh melalui integrasi antara penguasaan materi ajar, strategi pedagogi, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Dalam implementasinya, evaluasi dilakukan melalui berbagai instrumen, antara lain analisis RPP atau modul ajar berbasis TPACK, observasi pembelajaran di kelas menggunakan rubrik terstandar, serta penyusunan portofolio digital guru. Selain itu, refleksi diri danpeer reviewmenjadi bagian penting dalam menilai kemampuan guru dalam mengintegrasikan ketiga aspek tersebut secara berkelanjutan.

“Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kinerja, tetapi juga sebagai sarana refleksi yang mendorong guru untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Prof. Suwadi dalam pidatonya.

Prof. Suwadi menekankan bahwa TPACK sebagai kerangka evaluatif bukan sekadar kompetensi yang harus dimiliki guru, tetapi juga instrumen strategis untuk menilai sekaligus memperkuat profesionalisme guru secara berkelanjutan, sehingga guru diharapkan menjadi intelektual, berdedikasi, empowerment, adaptif, literat, inovatif, dan solutif, mampu menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 dan meningkatkan mutu pendidikan nasional secara signifikan.

Ia menambahkan bahwa penerapan model ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan instrumen evaluasi yang valid, belum meratanya dukungan infrastruktur teknologi, serta perlunya kebijakan pendidikan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Ke depan, evaluasi profesionalisme guru diharapkan tidak hanya berfokus pada pengukuran kemampuan (evaluation of teacher competency), tetapi juga berkembang menjadi pendekatan yang mendorong perbaikan berkelanjutan (evaluation for teacher competency) serta membangun kesadaran reflektif guru (evaluation as teacher competency).

Dengan demikian, TPACK sebagai kerangka evaluatif menempatkan evaluasi pendidikan yang bukan hanya sekadar sebagai alat ukur, melainkan sebagai instrumen strategis dalam memperkuat profesionalisme guru. Melalui evaluasi yang integratif dan bermakna, profesionalisme guru diharapkan terus berkembang sebagai fondasi utama peningkatan mutu pendidikan nasional.