Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Kepanduan dan Ekstrakurikuler: Sukseskan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Sleman– Mahasiswa Magister MPI UIN Sunan kalijaga Yogyakarta, yang sedang Field Study mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kepanduan dan Ekstrakurikuler yang di selenggarakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan pada Rabu dan Kamis (8-9/10), yang bertempat di kantor BPMP DIY.
Kegiatan ini diikuti oleh Tim Pembina UKS, Pengawas Sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA, serta pegawai BPMP DIY. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan implementasi penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), salah satunya melalui kegiatan kepanduan dan ekstrakurikuler.
Pada hari pertama (8/10), Waka Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda DIY, Arifin Budihardjo, menyampaikan materi mengenai penguatan karakter melalui kegiatan kepanduan. Arifin menjelaskan bahwa kepramukaan bukan sekadar sekumpulan ilmu, melainkan wadah kegiatan permainan yang menyenangkan di alam terbuka tempat anak-anak dan orang dewasa dapat berinteraksi serta belajar bersama.
“Kegiatan dalam bentuk lomba sebaiknya dilakukan pada tingkatan pramuka Penggalang, bukan pramuka Siaga, sehingga anak dapat merasakan kegiatan kepramukaan yang menggembirakan, bukan fokus pada kegiatan berkompetisi,” tutur Arifin.
Sesi berikutnya diisi oleh Kepala SMP Negeri 5 Kota Yogyakarta, Arina Budi Astuti, yang membawakan materi “Ekstrakurikuler untuk Pengembangan Bakat dan Minat Peserta Didik.” Arina menegaskan pentingnya keberadaan kegiatan ekstrakurikuler yang beragam dan sesuai dengan kompetensi anak sebagai sarana penguatan karakter. “Sekolah perlu mendukung dan memberikan fasilitas kepada murid berupa ekstrakurikuler berdasarkan dengan minat dan kompetensi mereka,” ujar Arina.
Selanjutnya, Tim BPMP DIY memaparkan beberapa materi pendukung, antara lain Trias UKS untuk Mewujudkan Sekolah Sehat, Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan, serta sosialisasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan strategi implementasinya di sekolah.
Di hari kedua (9/10), peserta melakukan diskusi kelompok dan reviw terhadap panduan G7KAIH, dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai komitmen pelaksanaan hasil kegiatan di satuan pendidikan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam memperkuat karakter peserta didik, menumbuhkan semangat kolaborasi, dan memperluas penerapan nilai-nilai G7KAIH di seluruh satuan pendidikan di Provinsi DIY.