Prodi Magister MPI FITK Gelar FGD Perumusan Visi Keilmuan dan Arah Pengembangan Program Studi

Yogyakarta, 04 Februari 2025

Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari proses penyusunan dan penyempurnaan rumusan visi keilmuan serta arah pengembangan program studi. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi program studi untuk memperoleh pandangan, evaluasi, dan rekomendasi dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur internal maupun eksternal. Pelibatan berbagai pihak tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa visi keilmuan yang dirumuskan tidak hanya mencerminkan aspirasi akademik program studi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tuntutan perubahan dalam dunia pendidikan.

Pelaksanaan FGD menghasilkan sejumlah masukan yang menjadi bahan penting dalam proses penyempurnaan draft visi keilmuan Prodi Magister MPI FITK. Salah satu hal yang mendapatkan perhatian utama adalah pentingnya membangun keselarasan antara visi keilmuan program studi dengan visi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan serta visi universitas. Keselarasan tersebut dipandang penting agar arah pengembangan keilmuan pada tingkat program studi tetap berada dalam satu kerangka strategis dengan kebijakan dan cita-cita pengembangan institusi secara keseluruhan.

Masukan dari para pemangku kepentingan juga menekankan bahwa rumusan visi keilmuan perlu bersifat adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan lingkungan pendidikan. Dunia pendidikan terus mengalami transformasi yang ditandai dengan berkembangnya teknologi digital, perubahan pola pembelajaran, meningkatnya kebutuhan terhadap kompetensi baru, serta hadirnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam berbagai aktivitas akademik. Perkembangan tersebut perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan keilmuan program studi, khususnya dalam bidang manajemen pendidikan Islam, sehingga lulusan memiliki kemampuan untuk merespons perubahan sekaligus tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman.

Pemangku kepentingan turut memberikan masukan agar visi keilmuan yang dirumuskan tidak berhenti pada kesesuaian dengan visi institusi dan perkembangan zaman, tetapi juga mampu menampilkan karakteristik, kekhasan, dan keunggulan akademik Prodi Magister MPI FITK. Distingsi keilmuan menjadi aspek penting untuk memperjelas posisi program studi di antara program studi sejenis, sekaligus menjadi dasar dalam mengembangkan kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan berbagai program akademik lainnya.

Hasil FGD selanjutnya menjadi landasan bagi Prodi Magister MPI FITK untuk melakukan penyempurnaan terhadap draft visi keilmuan. Proses revisi dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu memperkuat keterkaitan visi keilmuan dengan visi fakultas dan universitas, mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam arah pengembangan keilmuan, serta memperjelas distingsi dan keunggulan Prodi Magister MPI FITK. Penyempurnaan tersebut diharapkan dapat menghasilkan visi keilmuan yang lebih relevan, responsif, realistis, dan berorientasi pada masa depan.

Melalui proses perumusan yang melibatkan pemangku kepentingan, Prodi Magister MPI FITK berupaya memastikan bahwa visi keilmuan yang ditetapkan memiliki dasar akademik dan kebutuhan pengembangan yang kuat. Visi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pernyataan normatif, tetapi juga mampu menjadi arah strategis bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada akhirnya, rumusan visi keilmuan diharapkan dapat menjadi pijakan bagi Prodi Magister MPI FITK dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi manajerial dan akademik, mampu merespons dinamika pendidikan, menguasai perkembangan teknologi, serta memiliki karakter dan perspektif keislaman yang kuat.