DIALOG AKADEMIK “MANAJEMEN DAN PERADABAN ISLAM”: MENGADAPTASI TATA KELOLA KEUANGAN MASJID UNTUK PENGUATAN LEMBAGA PENDIDIKAN

Yogyakarta, Selasa (28 Oktober 2025)

Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam (MMPI) UIN Sunan Kalijaga, Angkatan 2024 Kelas 2A (DIALOGIA), menyelenggarakan kegiatan Dialog Akademik bertema “Manajemen dan Peradaban Islam”. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran pada mata kuliah Manajemen Keuangan Pendidikan yang diampu oleh Prof. Dr. Hj. Erni Munastiwi, M.M., Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Pendidikan, sekaligus menjadi ruang penguatan wawasan akademik dan spiritual mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual berbasis praktik kelembagaan. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai implementasi nilai-nilai manajemen Islam dalam konteks sosial dan kelembagaan. Secara khusus, dialog ini menegaskan pentingnya melihat masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai model tata kelola kelembagaan, terutama dalam hal manajemen keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi kemaslahatan, yang relevan untuk diadopsi dan diadaptasi dalam penguatan pengelolaan keuangan pada lembaga pendidikan.

SUSUNAN KEGIATAN

Rangkaian acara meliputi: pembukaan oleh MC, sambutan perwakilan Masjid Jogokariyan, sambutan akademik dari Prof. Dr. Hj. Erni Munastiwi, M.M., pengantar oleh moderator, pemaparan materi oleh narasumber Ust. Al Gitta Welly Ariadi, S.Si. (Perwakilan Baitul Maal Masjid Jogokariyan, Yogyakarta), sesi diskusi dan tanya jawab, serta penutupan dan doa bersama.

JALANNYA ACARA

Acara dimulai pukul 13.00 WIB. Pada sesi sambutan, Prof. Dr. Hj. Erni Munastiwi, M.M. menekankan urgensi penguatan kompetensi manajerial mahasiswa yang berlandaskan etika dan spiritualitas. Beliau juga menggarisbawahi bahwa pembelajaran Manajemen Keuangan Pendidikan perlu mempertemukan kerangka konseptual dengan contoh nyata di lapangan, termasuk melalui praktik kelembagaan masjid yang berhasil membangun kepercayaan publik melalui sistem pengelolaan keuangan yang tertib dan terbuka. Sesi inti dipandu moderator bersama narasumber Ust. Al Gitta Welly Ariadi, S.Si. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan praktik manajemen Islam di Masjid Jogokariyan, khususnya dalam pengelolaan dana umat melalui Baitul Maal, strategi pemberdayaan masyarakat, dan prinsip transparansi administrasi. Melalui uraian tersebut, peserta memperoleh gambaran bagaimana prinsip-prinsip manajemen keuangan masjid dapat menjadi rujukan untuk memperkuat tata kelola lembaga pendidikan; mulai dari perencanaan, penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan.

HIGHLIGHT MATERI

Dalam sesi pemaparan, peserta memperoleh penekanan bahwa manajemen keuangan yang baik menjadi fondasi kepercayaan publik dan keberlanjutan program kelembagaan. Praktik di Masjid Jogokariyan menunjukkan bahwa transparansi laporan, akuntabilitas pengelolaan dana, serta pendistribusian yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan jamaah mampu menguatkan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan. Pola ini dinilai relevan untuk diadaptasi dalam lembaga pendidikan, terutama dalam perencanaan anggaran yang tertib, pengelolaan dana yang amanah, serta pelaporan yang jelas agar program pendidikan berjalan efektif dan berorientasi kemaslahatan. Sesi diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa antusias menanyakan strategi pengelolaan dana, penguatan ekonomi umat, serta pola manajemen kelembagaan yang dapat direplikasi di institusi pendidikan. Kegiatan berjalan tertib dan kondusif serta memperkaya perspektif mahasiswa bahwa pengelolaan keuangan yang baik bukan semata aspek teknis, melainkan juga bagian dari pembangunan peradaban melalui institusi.

PENUTUP

Acara ditutup dengan doa bersama dan foto bersama peserta, narasumber, serta panitia. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan praktik manajemen keuangan pendidikan yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kemanfaatan sosial di masa depan. (Azmi)